HIMAS1STIK UNIB
Himpunan Mahasiswa S1 Jurnalistik

Featured

[Featured][recentbylabel]

Featured

[Featured][recentbylabel]

Rabu, 17 Desember 2025

Mengangkat Realitas Sosial Ke Layar, Mahasiswa Jurnalistik Lahirkan Karya Perfilman

 

Sesi foto setelah acara selesai


JUBER NEWS - Journalism Art Season (JAS) VII kembali digelar sebagai agenda tahunan Himpunan Mahasiswa S1 Jurnalistik (HIMAS1STIK) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu, Minggu malam (14/12/2025), di Taman Budaya Bengkulu.

Mengangkat Realitas sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat, kegiatan ini menjadi ruang apresiasi bagi karya film mahasiswa jurnalistik angkatan 2025 sekaligus penutup rangkaian aktivitas kreatif di penghujung tahun.

Memasuki tahun ketujuh penyelenggaraan, JAS VII mengusung tema Stage of Truth, Expression, Lights, Legacy, Arts, and Reflection (STELLAR). 

Tema tersebut merepresentasikan jurnalisme sebagai ruang penyampaian kebenaran dan refleksi sosial yang dikemas melalui medium seni visual serta pertunjukan.

JAS VII Dihadiri Ketua Ikatan Alumni S1 Jurnalistik, Juri Karta Film, HIMA ORMAWA darj berbagai kampus Bengkulu dan seluruh peserta.

Ketua Panitia JAS VII, Tiara Salsabila Karolina, menilai karya film yang ditampilkan menunjukkan perkembangan kreativitas dan keberanian mahasiswa dalam berkarya. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa baru untuk terus mengembangkan potensi diri.

“Karya film yang ditampilkan sangat menarik. Melalui kegiatan ini, kami berharap adik-adik angkatan 2025 memiliki bekal dan keberanian untuk terus berkarya, berkreasi, serta tidak ragu menampilkan film mereka di hadapan publik dan masyarakat luas,” ujarnya.

Salah satu peserta JAS VII, Bona Rizky Hafidhurahman, mengungkapkan bahwa proses produksi film membutuhkan kerja keras dan komitmen tinggi. Meski melelahkan, ia merasa pengalaman tersebut memberikan kepuasan tersendiri ketika karya mereka akhirnya ditayangkan.

“Prosesnya cukup melelahkan, ditambah dengan tahap penyuntingan yang juga membutuhkan waktu dan tenaga. Namun, semua rasa lelah itu terbayar ketika film berhasil diselesaikan. Saat penayangan, perasaan senang dan gugup bercampur menjadi satu,” katanya.

Sebelum, para peserta dibekali ilmu melalui kegiatan Jurnalistik Film Fotografi dan Cinematografi Edukasi (JUFFE) yang telah dilaksanakan 2 pekan yang lalu.

Di JUFFE, para peserta diberikan pemahaman terkait basic angle kamera, editing vidio, Teknik foto, dan edukasi yang lain, sehingga membuat peserta lebih paham ketika proses produksi Film dirancang.

Pada JAS tahun ini, mahasiswa baru S1 Jurnalistik dibagi ke dalam dua kelompok produksi, Kratosss dan WTep.

Setiap kelompok menampilkan satu karya film hasil proses kreatif yang melibatkan riset, penyusunan konsep, produksi, hingga penyuntingan.

Karya-karya tersebut diputar dan dinikmati bersama oleh penonton sebagai bentuk pertanggungjawaban atas proses yang telah dijalani.

Selain pemutaran film, JAS VII juga dimeriahkan dengan penampilan musik yang menghadirkan Guestar dari Band Majesty dan Luzer.

Tidak hanya itu, para peserta mendapatkan apresiasi nominasi terbaik disetiap peran, Seperti Director, Fotografer, Editor, Director of Photography (DOP), Poster, Artistik,Soundman,Wardrobe,Script Writer, dan Cameraman terbaik, sehingga menumbuhkan semangat peserta untuk terus berkarya kedepannya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar menghasilkan karya, tetapi juga membangun keberanian untuk menyampaikan gagasan dan realitas sosial melalui medium visual sebagai bagian dari praktik jurnalisme modern.

Reporter : Maulana Malik Ibrahim
Editor : Riena Febriani Carollin


Belajar Jadi Jurnalis Yang Kritis di Tengah Bising Informasi Digital

 

Mahasiswa menyimak pemaparan materi dari pemateri yang merupakan praktisi media yang ada di Bengkulu.


JUBER NEWS - Di tengah derasnya arus informasi digital yang dipenuhi judul sensasional dan kabar serba cepat, mahasiswa jurnalistik diajak untuk kembali berpikir jernih dan kritis. Kegelisahan itu menjadi latar digelarnya Workshop Jurnalistik oleh Program Studi S1 Jurnalistik Universitas Bengkulu, Sabtu (13/12/2025), di Taman Budaya Bengkulu.

Bertajuk “Cerdas Membaca dan Menulis Berita Di Era Informasi Digital”, Workshop Jurnalistik ini bertujuan sebagai upaya membekali calon jurnalis agar tetap “Kritis” dalam menghadapi bisingnya informasi digital, terutama dalam membedakan fakta, opini bias dan framing media, pemahaman penulisan Berita, etika jurnalisme, dan materi yang lainnya mengenai kejurnalistikan.

Kegiatan ini menghadirkan dua praktisi media, Iyud Dwi Mursito (Pemimpin Redaksi Bengkulu Network) dan Anom Prihantoro (Kepala Biro ANTARA Bengkulu), dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kampus-kampus di Bengkulu dan kalangan umum.

Iyud Dwi Mursito menegaskan bahwa ketelitian merupakan fondasi utama dalam kerja jurnalistik. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak tergesa-gesa menulis tanpa melalui proses verifikasi yang memadai.

Menurutnya, satu kesalahan informasi dapat berdampak panjang, tidak hanya merugikan publik tetapi juga menggerus kepercayaan terhadap media. Karena itu, ia menekankan pentingnya memastikan kejelasan sumber, keakuratan data, serta kelengkapan informasi sejak tahap awal peliputan.

Sementara itu, Anom Prihantoro, membedah persoalan Jurnalistik modern dengan bahasa lugas dan pengalaman lapangan. Ia menegaskan bahwa jurnalis hari ini bukan hanya penulis berita, tetapi penjaga logika publik.

Di tengah tekanan kecepatan, jurnalis dituntut tetap berimbang, memverifikasi data, dan tidak terjebak framing yang menyesatkan.

Workshop ini bukan sekadar soal menulis. Sejak awal, peserta diajak memahami realitas ekosistem informasi digital yang serba cepat namun rawan bias. Di sinilah literasi digital diuji.

Mahasiswa dilatih memilah mana fakta, mana opini, dan mana hoaks yang sengaja dikemas rapi agar tampak meyakinkan. Pesannya jelas: cepat itu penting, tapi akurat jauh lebih penting.

Peserta diajak mengenali bias media, mulai dari pemilihan narasumber, penempatan berita, hingga nada bahasa yang secara halus membentuk persepsi pembaca.

Dengan membandingkan satu peristiwa dari beberapa media, mahasiswa dilatih membaca di balik teks bukan sekadar membaca teks.

Tak berhenti di teori, Workshop ini juga mengajak peserta turun ke praktik. Melalui studi kasus, mahasiswa diminta menentukan angle berita, mengumpulkan data faktual, dan menyusun berita menggunakan rumus 5W+1H dengan struktur piramida terbalik. Pada tahap ini, berpikir kritis dan menulis jernih diuji bersamaan.

Workshop ditutup dengan sesi evaluasi karya. Tulisan peserta direview, dikritisi, dan diperbaiki bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk menajamkan.

Karya terbaik akan dipublikasikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus portofolio awal mahasiswa di dunia jurnalistik.

Lewat kegiatan ini, Prodi S1 Jurnalistik Universitas Bengkulu menegaskan satu hal penting: menjadi jurnalis bukan soal siapa paling cepat, tapi siapa paling bertanggung jawab.

Di tengah riuh informasi digital, berpikir kritis adalah skill wajib dan workshop ini menjadi salah satu ruang latihan untuk itu.

Reporter : Fainaya Fadillah

Editor : Riena Febriani Carollin

Konsistensi Jadi Kunci Sukses Bangun Wirausaha

 

Dokumentasi saat sesi sharing sesion bersama pemateri dan moderator


JUBER NEWS – Himpunan Mahasiswa S1 Jurnalistik (HIMAS1STIK) Universitas Bengkulu menggelar Seminar Kewirausahaan bertema “Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Muda di Era Digital”, pada Jumat (12/12/2025), di Taman Budaya Bengkulu.

Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa, terutama agar mereka memahami peluang usaha, strategi branding, dan cara membangun bisnis yang berkelanjutan di era digital. Seminar ini diikuti sekitar 30 peserta dari kalangan umum.

Acara menghadirkan Heri Supandi sebagai pemateri utama, owner coffee shop yang juga merupakan mantan jurnalis SCTV dan Trans7.

Dalam pemaparannya, Heri menjelaskan bahwa perkembangan dunia digital memberikan kemudahan besar bagi pelaku usaha. Digitalisasi membuat proses bisnis lebih efisien, mulai dari promosi, pengelolaan konsumen, hingga perluasan pasar.

Heri menekankan pentingnya membangun pola pikir wirausaha sejak dini. Ia mendorong mahasiswa untuk membentuk branding diri sebelum membangun branding produk, karena identitas diri akan mempengaruhi karakter usaha yang dijalankan.

Selain itu, penguasaan fondasi dasar berbisnis dinilai penting agar pelaku usaha tidak mudah mengalami kegagalan.

Menurutnya, mahasiswa memiliki peluang besar dalam menciptakan usaha yang berkelanjutan. Produk yang unik dan mampu menarik rasa penasaran konsumen dinilai lebih memiliki daya saing dibandingkan produk yang hanya mengikuti tren.

Heri juga mendorong mahasiswa untuk memulai usaha berdasarkan passion, kemampuan, dan keahlian pribadi, kemudian fokus pada satu tujuan agar tidak mudah goyah. Konsistensi menjadi kunci keberlanjutan usaha. Memahami kebutuhan pasar, membaca minat konsumen, serta memanfaatkan media sosial adalah langkah penting dalam pemasaran modern.

Salah satu tantangan terbesar dalam berwirausaha adalah pengelolaan sumber daya manusia. Pelaku usaha harus mampu membangun loyalitas serta mengatur orang-orang yang terlibat dalam bisnisnya.

Banyak orang masih lebih nyaman bekerja untuk orang lain, padahal peluang untuk membangun usaha sendiri sangat terbuka. Meskipun modal kecil, jangan ragu untuk memulai usaha. Dari skala kecil adalah langkah realistis selama disertai niat kemauan dan konsistensi.

Reporter : Dian Friska Cahyaningrum
Editor : Riena Febriani Carollin

Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Lewat Sejawat Fest 2025

 

Dokumentasi saat pemukulan dol dan juga tari persembahan untuk membuka kegiatan secara resmi


JUBER NEWS - Menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa Himpunan Mahasiswa S1 Jurnalistik (HIMAS1STIK) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu menggelar kegiatan Sejawat fest 2025,pada jumat (12/12/2025), di Taman Budaya Bengkulu.

Sejawat Fest merupakan program kerja baru yang dimotori oleh Bidang Kewirausahaan HIMAS1STIK. 

 Mengusung tema Creative, Appreciation and Connection: Freescape Market: Free Spirit, Free Creation (CREAPNECTION), bertujuan untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan dan mengembangkan kreativitas generasi muda dan masyarakat luas. 

 Kegiatan ini dihadiri oleh pembina HIMAS1STIK Taufik Hasyim, M.I.Kom, Sekrestaris Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bengkulu,Alwin Feraro ,tamu undangan dari Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) berbagai kampus di Kota Bengkulu, dan puluhan peserta.

 Pembina HIMAS1STIK, Taufik Hasyim,M.I.Kom, berharap Sejawat Fest dapat terus dilaksanakan secara konsisten setiap tahun dan semakin berkembang.

 "Saya berharap kegiatan sejawat fest ini terus berkelanjutan setiap tahun dan semakin berkembang dan menjadi peluang bagi kita semua, selamat belajar dan bertumbuh dan selamat merayakan kreativitas,”harapnya.

 Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia, Prasetyo Putra Dinata, berharap melalui kegiatan ini, semangat untuk berinovasi dan saling mendukung dapat terus tumbuh.

 "Harapan saya semoga dengan adanya Sejawat Fest ini bisa membangun kreativitas kita untuk terus berkolaborasi,” ujarnya. 

 Sementara itu, Ahimsa Al Adil, selaku Ketua umum HIMAS1STIKmenilai bahwa Sejawat Fest menjadi bukti nyata sinergi antarbanyak bidang. Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen dalam satu rangkaian kegiatan menunjukkan bahwa kerja kolaboratif dapat diwujudkan secara efektif. 

 "Dalam satu rangkaian kegiatan ini bisa menyangkut semua baik itu antar bidang dan banyak bidang yang terkait juga yang saya sebut bersinergi karna banyak elemen terlibat dalam kegiatan ini dan bisa kita selesaikan dalam satu 3 hari,” jelasnya.

 Sejawat Fest merupakan sebuah ajang kolaborasi kreatif yang dilaksanakan selama tiga hari, Jumat-minggu (12-14/12/2025).

 Rangkaian acara meliputi Bazar Kewirausahaan, Pameran Karya Jurnalistik, Workshop jurnalistik dan Seminar Kewirausahaan, serta dihari ketiga malam puncak

 Dengan adanya keterlibatan berbagai pihak, Sejawat Fest bukan hanya sekadar acara mahasiswa, melainkan juga wujud nyata kolaborasi akademik dan praktisi yang mampu memberikan manfaat jangka panjang. Baik bagi pengembangan diri mahasiswa, penguatan ekonomi lokal, maupun eksistensi program studi dalam bidang kewirausahaan.

 

Reporter : Agia Meylani Putri

Editor : Riena Febriani Carollin


Minggu, 23 November 2025

Kembangkan Kreativitas Mahasiswa Lewat JUFFE Season VII

 

Sesi Dokumentasi setelah pembukaan JUFFE Season VII


JUBER NEWS - Pengembangan kreativitas mahasiswa Himpunan Mahasiswa S1 Jurnalistik (HIMAS1STIK) terus ditumbuhkan melalui kegiatan Jurnalistik Film Fotografi Edukasi (JUFFE), Pada Sabtu (22/11/2025) di Kantor Gubernur Provinsi Bengkulu.

Jurnalistik Film Fotografi Edukasi (JUFFE) merupakan program kerja yang dimotori oleh Bidang Photography and Cinematography (PHCT). Dengan mengusung tema Lens Generation, Membangun Identitas Visual Mahasiswa Jurnalistik”, bertujuan untuk memberikan pemahaman peserta terkait Film dan Fotografi.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh Pembina HIMAS1STIK, Ketua Ikatan Alumni S1 Jurnalistik, perwakilan ORMAWA FISIP, serta puluhan peserta yang merupakan mahasiswa Jurnalistik FISIP Universitas Bengkulu.

 

Pembina HIMAS1STIK Taufik Hasyim, M.I.Kom, menekankan pentingnya Portofolio bagi mahasiswa Jurnalistik sebagai bekal memasuki dunia kerja.

 

“Dalam kesempatan ini saya ingin menekankan, kita sebagai mahasiswa itu harus punya Portofolio, saya harap nanti ada karya-karya spektakuler dari para peserta dan ditayangkan, entah ikut lomba atau yang lain. Karna nanti didunia kerja bukan ipk yang dilihat tapi Portofolio kita yang menentukan,” tegasnya.

 

Sementara itu, Ketua Panitia Tiara salsabila menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membuka ruang kreativitas sekaligus memperkuat sinergi antarpeserta.

 

“Pada hari ini kita akan belajar mengenai pembuatan film, pembuatan script, editing, nanti akan dipandu oleh pemateri hebat dibidangnya. Semoga kegiatan juffe ini bisa membangun kreativitas, sinergi, dan manfaat yang besar bagi teman-teman,” jelasnya.

 

Disisi lain, Ketua Ikatan Alumni S1 Jurnalistik Tri Yulianti, S.I.kom.,M.I.Kom, menilai Juffe ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk membangun kompetensi profesional.

 

“Kegiatan ini membawa manfaat yang luar biasa bagi peserta, kehadiran HIMAS1STIK menunjukan komitmennya untuk menciptakan lulusan ataupun generasi baru yang mempunyai cita-cita luar biasa dalam profesinya, tentunya ini akan menciptakan prospek yang luar biasa bagi jurnalistik,” tuturnya.

 

Tri menambahkan, kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada sesi materi dan praktik, tetapi juga melahirkan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

 

“Saya harap setelah kegiatan ini akan ada impact, dampak yang bisa kita informasikan kepada masyarakat bahwa jurnalistik itu tidak hanya profesinya sebagai seorang jurnalis tetapi juga menggeluti berbagai bidang di dunia digital,” lanjutnya.

 

Para peserta di bekali dengan materi mengenai Cinematografy, mereka diberikan pemahaman terkait basic angle camera, editing vidio, dan praktik langsung teknik dalam pengambilan vidio. 

 

Melalui kegiatan ini, peserta akan diajak untuk mengenali potensi personal branding, memahami bahasa visual, serta mengembangkan karya yang mampu mencerminkan karakter jurnalistik yang profesional dan berintegritas.

 

Reporter : Riena Febriani Carollin


Rabu, 12 November 2025

Rasa Kekeluargaan dan Keceriaan Warnai Makrab HIMAS1STIK 2025

Keseruan Makrab dengan bermain kembang api, dan sesi foto bersama setelah penutupan 

 

JUBER NEWS — Rasa kekeluargaan Himpunan Mahasiswa S1 Jurnalistik (HIMAS1STIK) Universitas Bengkulu terus ditumbuhkan, salah satunya melalui Malam Keakraban (Makrab) yang baru saja dilakukan pada Sabtu–Minggu (8–9/11/2025) di halaman kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bengkulu.

Kegiatan Makrab ini bertujuan untuk mempererat hubungan antaranggota, membangun rasa kekeluargaan, serta memperkuat solidaritas dalam menjalankan program kerja organisasi. Diikuti oleh seluruh mahasiswa aktif Jurnalistik serta alumni, menciptakan suasana hangat dan penuh nostalgia.

Mengusung tema “Kirana Jiwa yang Kembali” diambil dari kata Kirana yang berarti cahaya, melambangkan jiwa yang suci, cerah, dan belum tersentuh problematika kehidupan. Dikaitkan dengan konsep “Back to Childhood”, tema ini mengajak untuk kembali pada masa kanak-kanak yang penuh keceriaan dan kebebasan.

Bona Rizky Hafidhurahman selaku koordinator acara mengatakan bahwa makrab ini menjadi ruang bagi peserta untuk sejenak melepas penat dari rutinitas sehari-hari, sekaligus menikmati momen kebersamaan tanpa beban.

“Kami ingin seluruh peserta ingin melupakan sejenak segala problematika kehidupan, baik dalam lingkup pertemanan, organisasi, maupun pekerjaan. Makrab ini hadir sebagai wadah untuk melepas penat dan kembali merasakan kebahagiaan seperti anak-anak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Deka Mistoris menyampaikan bahwa makrab ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kekompakan antaranggota HIMAS1STIK.

“Kita disini bukan hanya untuk bersenang-senang, tapi juga untuk menumbuhkan tanggung jawab dan kekompakan dalam menjalankan program kerja,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh Keluarga besar HIMAS1STIK dan mempererat hubungan antaranggota.

“Harapannya, kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi dan kerja sama kita ke depannya,” jelasnya.

Berbagai kegiatan dilakukan seperti games, pentas seni, hingga malam puncak “Burn to Heal”. Malam keakraban ini semakin meriah dengan penyalaan kembang api. tak hanya itu, kegiatan semakin hangat lewat nyanyian yang dibawaakan para mahasiswa.

Dengan kegiatan-kegiatan seperti ini, diharapkan HIMAS1STIK semakin kompak dan solid terutama dalam hal keanggotaan hingga terlaksananya proker-proker.

 

Reporter : Dewi Amanda Natalia Bakkara

Editor : Riena Febriani Carollin


Rabu, 22 Oktober 2025

Bahas Penggunaan AI yang Bijak Lewat Podcast Juber Kreasi Bersama Meiselina

 

Dokumentasi saat podcast berlangsung


JUBER NEWS - Himpunan Mahasiswa S1 Jurnalistik Universitas Bengkulu kembali menggelar Podcast Juber Kreasi pada Senin (20/10/2025).

 

Podcast kali ini mendatangkan akademis dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Bengkulu (Unib) yang sehari-hari mengajar di jurusan komunikasi yakni, Meiselina Irmayanti, S.I.Kom.,M.Si,P.Hd.

 

Dipandu  Viona Astarina sebagai host, menambah keseruan dalam podcast yang digelar di Laboratorium Jurnalistik Komunikasi Fisip UNIB.

 

Podcast kali ini tak kalah menarik dari sebelumnya, mengangkat tema Artificial Intelligence atau AI dikalangan mahasiswa sebagai bahasan utamanya.

 

Dalam podcast yang berlangsung selama 1 jam, Meiselina secara tuntas mengupas penggunaan serta pemanfaatan AI di kalangan mahasiswa yang dapat memberikan kemudahan namun juga memiliki dampak yang buruk jika penggunanya tidak dilakukan dengan bijak.

 

Mei mengaku, fasilitas yang tersedia pada beberapa tahunlalu tidak secanggih yang ada saat ini.

 

Proses pembuatan tugas bagi mahasiswa semakin mudah ketika menggunakan platform AI ini.

 

"AI seharusnya dijadikan alat bantu untuk meningkatkan produktivitas, bukan menggantikan kemampuan berpikir kritis manusia, " kata Meiselina dalam podcast jurber kreasi.

 

Ia juga mengingatkan bahwa kehadiran AI bukan untuk menggantikan tugas manusia.

Namun manusia atau mahasiswa dituntut untuk kreatif dan dalam penggunaannya dapat sesuai dan tidak  menyalahi.

 

"Kita mengharapkan agar para generasi muda dapat mengaplikasikan penggunaan AI (Artificial Intelegence) secara bijak dan belajar untuk tidak terlena oleh adanya sebuah alat bantu buatan yang berpotensi menghilangkan masa depan kita sendiri," pungkasnya.

 

Reporter : Octa Vyiani

Editor : Riena Febriani Carollin


Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Welcome to official website of HIMAS1STIK FISIP UNIB.
Done