Sesi Dokumentasi setelah pembukaan JUFFE Season VII
JUBER NEWS - Pengembangan kreativitas mahasiswa Himpunan Mahasiswa S1
Jurnalistik (HIMAS1STIK) terus ditumbuhkan melalui kegiatan Jurnalistik
Film Fotografi Edukasi (JUFFE), Pada Sabtu (22/11/2025) di Kantor Gubernur
Provinsi Bengkulu.
Jurnalistik Film Fotografi Edukasi (JUFFE) merupakan program kerja
yang dimotori oleh Bidang Photography and Cinematography (PHCT). Dengan
mengusung tema “Lens Generation, Membangun Identitas Visual
Mahasiswa Jurnalistik”, bertujuan untuk memberikan pemahaman
peserta terkait Film dan Fotografi.
Kegiatan ini dihadiri oleh Pembina HIMAS1STIK, Ketua Ikatan Alumni
S1 Jurnalistik, perwakilan ORMAWA FISIP, serta puluhan peserta yang merupakan
mahasiswa Jurnalistik FISIP Universitas Bengkulu.
Pembina HIMAS1STIK Taufik Hasyim, M.I.Kom, menekankan
pentingnya Portofolio bagi mahasiswa Jurnalistik sebagai bekal memasuki dunia
kerja.
“Dalam kesempatan ini saya ingin menekankan, kita sebagai
mahasiswa itu harus punya Portofolio, saya harap nanti ada karya-karya
spektakuler dari para peserta dan ditayangkan, entah ikut lomba atau yang lain.
Karna nanti didunia kerja bukan ipk yang dilihat tapi Portofolio kita yang menentukan,”
tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Tiara salsabila menyampaikan
bahwa kegiatan ini dirancang untuk membuka ruang kreativitas sekaligus
memperkuat sinergi antarpeserta.
“Pada hari ini kita akan belajar mengenai pembuatan film,
pembuatan script, editing, nanti akan dipandu oleh pemateri hebat dibidangnya.
Semoga kegiatan juffe ini bisa membangun kreativitas, sinergi, dan manfaat yang
besar bagi teman-teman,” jelasnya.
Disisi lain, Ketua Ikatan Alumni S1 Jurnalistik Tri
Yulianti, S.I.kom.,M.I.Kom, menilai Juffe ini menjadi wadah penting
bagi mahasiswa untuk membangun kompetensi profesional.
“Kegiatan ini membawa manfaat yang luar biasa bagi peserta,
kehadiran HIMAS1STIK menunjukan komitmennya untuk menciptakan lulusan ataupun
generasi baru yang mempunyai cita-cita luar biasa dalam profesinya, tentunya
ini akan menciptakan prospek yang luar biasa bagi jurnalistik,” tuturnya.
Tri menambahkan, kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada
sesi materi dan praktik, tetapi juga melahirkan kontribusi nyata di tengah
masyarakat.
“Saya harap setelah kegiatan ini akan ada impact, dampak yang bisa
kita informasikan kepada masyarakat bahwa jurnalistik itu tidak hanya
profesinya sebagai seorang jurnalis tetapi juga menggeluti berbagai bidang di
dunia digital,” lanjutnya.
Para peserta di bekali dengan materi mengenai Cinematografy,
mereka diberikan pemahaman terkait basic angle camera, editing vidio, dan
praktik langsung teknik dalam pengambilan vidio.
Melalui kegiatan ini, peserta akan diajak untuk mengenali potensi
personal branding, memahami bahasa visual, serta mengembangkan karya yang mampu
mencerminkan karakter jurnalistik yang profesional dan berintegritas.
Reporter : Riena Febriani Carollin
